
Kenal Lebih Dekat Jaminan Mutu Laboratorium Kimia
Kenal Lebih Dekat Jaminan Mutu Laboratorium Kimia
Analisis di laboratorium kimia adalah proses untuk memeriksa komposisi kimia suatu sampel, dengan menggunakan berbagai teknik dan metode. Analisis kimia dilakukan untuk mengidentifikasi dan mengukur konsentrasi unsur dan senyawa.
Beberapa teknik analisis kimia yang umum digunakan, di antaranya: Analisis kuantitatif, Gravimetri, Volumetri.
Selain itu di laboratorium juga perlu melakukan pemeliharaan alat laboratorium, hal ini merupakan rangkaian kegiatan yang dilakukan untuk menjaga kondisi alat agar tetap baik dan aman digunakan. Pemeliharaan alat laboratorium dapat dilakukan dengan cara:
- membersihkan alat secara rutin untuk menjaga kebersihannya dan mencegah kerusakan akibat kotoran, debu, dan uap air. Untuk alat kaca dapat membersihkannya dengan air dan sedikit detergen.
- Menyimpan alat di tempat yang aman agar terhindar dari kerusakan. Sebelum disimpan, pastikan alat sudah dibersihkan dan gunakan pelindung.
- Pemeriksaan kondisi alat secara berkala untuk mengetahui adanya kerusakan.
- Kalibrasi alat agar kembali ke kondisi normal atau standar.
- Mengganti komponen-komponen yang sudah rusak
- Melakukan perawatan khusus: misalnya untuk peralatan mekanis, dapat melakukan pelumasan, dapat juga dilakukan dengan penggantian sparepart consumable di masing-masing unit alat. Selain itu kita juga perlu membuat jadwal pemeliharaan alat laboratorium yang mencakup frekuensi pemeliharaan, bagian alat yang dipelihara, cara pemeliharaannya, alat bantu yang digunakan, dan indikator hasil pemeliharaannya.
Analisis di laboratorium tidak luput dari pengolahan data analisis yang dihasilkan, dimana proses ini melibatkan pengolahan data mentah data hasil pengukuran yang berupa angka absorbansi dari instrument atau angka pembacaan hasil titrasi yang diubah menjasi hasil kadar dengan melibatkan faktor penimbangan, pengenceran, faktor koreksi. Data hasil analisis ini dapat memberikan informasi kadar unsur yang dapat digunakan untuk mengambil keputusan bagi penggunanya.
Laboratorium juga harus dikelola dengan baik berdasarkan ISO/IEC 17025:2017 dengan melibatkan berbagai aspek, seperti:
- Perencanaan: Menyusun program kegiatan tahunan, kebutuhan peralatan dan bahan, serta SOP penggunaan peralatan dan bahan
- Pengoperasian peralatan dan penggunaan bahan: Mempersiapkan peralatan dan bahan, menjelaskan pengoperasian peralatan dan penggunaan bahan, dan melakukan supervisi
- Pemeliharaan dan perawatan peralatan dan bahan: Menyusun jadwal pemeliharaan, membersihkan, menata, menyimpan, dan melakukan kalibrasi alat
- Pengevaluasian sistem kerja laboratorium: Mengevaluasi sistem kerja laboratorium
- Pengawasan kesehatan dan keselamatan kerja (K3): Mengawasi kesehatan dan keselamatan kerja
- Pengadministrasian: Mengelola administrasi dan penanganan sampel di laboratorium
- Penataan: Menata letak laboratorium, mengatur tata tertib, dan menetapkan prosedur penggunaan alat
- Organisasi: Mengatur struktur organisasi, deskripsi kerjaan, dan susunan personalia
Untuk memastikan hasil pengujian yang dilakukan di laboratorium sesuai dengan standar dan dapat dipertanggungjawabkan, maka laboratorium perlu menjamin data hasil pengujian sesuai yang dipersyaratkan. Beberapa tindakan yang dilakukan untuk menjamin mutu hasil pengujian, antara lain: menggunakan metode pengujian yang valid, melakukan pengawasan ketat terhadap proses pengujian, melatih staf dengan tepat, memelihara peralatan dan fasilitas, melakukan pengendalian mutu, melakukan uji profisiensi, menganalisis data hasil pemantauan, melakukan tindakan untuk mencegah hasil yang salah dilaporkan. Untuk itu kita harus memperhatikan beberapa komponen jaminan mutu laboratorium sesuai ISO 17025:2017, antara lain: penggunaan bahan referensi atau material pengendali mutu, penggunaan instrumen alternatif yang sudah terkalibrasi, pemeriksaan fungsi dari perlengkapan uji atau kalibrasi, pengukuran replikat sampel menggunakan metode yang sama atau berbeda.